Madura

Opini

PENDIDIKAN

POLITIK

Video News

You are here

KONSER PADI di DUSUN PERMAI SORO'AN


Saya adalah orang pertama yang kagum dengan satu Istilah “Konser padi” yang ada di desa kami. Mungkin ketika mendengar “Konser padi” jamak dari kita akan menggambarkan sebuah penampilan group band top yang pernah vakum dalam kurun waktu tujuh tahun dan kembali mengisi panggung hiburan tanah air pada tahun 2017 lalu. Dan sudah barang tentu kita semua mengenal lagu syahdu padi yang berjudul “menanti sebuah jawaban” bahkan judul lagu itu sudah berbentuk adegan film prihal perjalanan padi terutama masa-masa group band ini dalam keadaan vakum.
Tapi ah sudahlah, jangan berlama-lama membahas padi sebagai group band. Sekarang kita kembali membahas padi dalam bentuk kebutuhan primer masyarakat Indonesia pada khsusnya. Setiap musim panen padi tiba, di desa kami semua masyarakat berbondong-bondong ke sawah untuk memanen hasil tanaman padinya, beramai-ramai dan bergantian dari satu sawah ke sawah lainnya sesuai jadwal “Otosean”. “Otosen” ini maksudanya media masyarakat di desa kami untuk menyelesaikan proses panennya secara efisien dengan cara bergantian. Misalnya hari ini giliran sawahnya si A, otomatis si B, C, dan D fokus membantu sawahnya si A. Begitupun ketika si B ingin memanen hasil padinya, begitu seterusnya secara bergantian.
Namun akhir-akhir ini ada istilah yang berkembang ditengah-tengah masyarakat di desa kami, tentang penyebutan panen padi diganti dengan istilah “Konser padi”. Sayapun kurang paham siapa yang memulai, sehingga istilah itu menjadi salah satu jawaban bagi masyarakat desa saya yang pulang dari tempat rantauannya “Ka’ bedhe apa mi’ toron dhe’ Madhure”. Secara spontan jawabannya “ya’ bdhe konser padi eroma” (salah satu percakapan yang sengaja saya kutip dari salah satu masyarakat desa saya di kolom komentar facebook). Tentu hal ini membuat saya awalnya bingung, masak iya di desa saya akan ada konser padi, melihat aliran musik di desa saya hanya terpaku pada dangdut dan qosidah. Rasa penasaran itu terjawab setelah saya konfirmasi ke salah satu temen saya, ternyata konser padi itu ya “ngare’ padhi” atau panen padi. Tentu istilah yang proporsional digunakan untuk sejenak melawan lelah seharian di sawah. Semoga konser padi tahun ini memberikan satu pandangan baru bagi masyarakat desa Soro’an tentang pentingnya bersyukur.

Bumi Allah
10 Maret 2018

Ahmad Suhaimi

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Popular Posts

Pengunjung

About Me



My Photo

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta






Blog Archive