Mahasiswa adalah ikon perubahan yang memliki tugas suci, demi
mewujudkan perubahan perubahan yang diharapkan oleh semua rakyat Indonesia,
melewati gerakan politiknya, gerakan massanya sampai gerakan
intelektualnya telah mewarnai sendi
sendi kehidupan di Negara ini. Salah jika, kita menjustifikasi bahwa kekuatan
tertinggi di negeri ini ialah president dan perangkatnya. Buktinya yang
menggulung tikar seorang soeharto dan Bj. Habibi adalah gerakan yang muncul
dari mahasiswa, dan pada saat itu, gerakan mahasiswa sukses melengserkan kedua
president itu.
Daya kritis yang teraktualisasi dalam gerakan merupakan salah satu
harga mati yang harus tetap menjadi ruh, dalam kehidupan seorang mahasiswa. Dan
ketika titik tumpuhannya adalah daya kritis, sudah barang tenru lahapan sehari
hari yang sekan menjadi sarapan pagi, adalah membaca buku, diskusi dan menulis
yang nantinya memberikan daya nalar intektual tinggi penunjang daya kritis pada
kejanggalan sosial.
Ada beberapa macam gerakan intelektual yang melekat dalam diri seoarang
mahasiswa, baik yang sifatnya ideal ataupun sosial.
Pertama;
intelektual menara gading, adalah salah satu intelektualisasi yang untuk
pengembangan keilmuannya semata, tanpa adanya pengamalan di ruang lingkup
sosial, aktivitas intelektual ini, bisa dikatan “masturbasi intelektual”
kenikmatannya hanya bisa dinikmati sendiri.
Kedua;
intelektual tukang, salah satu gerakan inteleketual yang memposisikan dirinya
sebagai pelaku intelektual, dalam arti luasnya seorang mahasiswa yang rela
menyumbangkan gagasannya demi memperlancar para kapitalistik (orang bermodal)
dalam membangun kepentingan pribadinya.
Ketiga;
Intelektual resi salah satu gerakan mahasiswa yang bisa menyelesaikan masalah
masalah sosial disekitarnya, tapi tidak mau turun lapangan untuk merealisasikan
semua gagasannya, hanya bisa mengkonsep tapi fakta dilapangan lari dari gagasan
segarnya
Dan yang keempat; intelektual Transformatif. Dalam item ini,
peran mahasiswa sejati adalah disamping cerdas memberikan gagasan segar, tapi
juga bisa memberikan jalan keluar, beserta dengan aktualisasinya di lapangan.
Di poin empatlah sebenarnya peran mahasiswa dalam mewarnai dinamika
kehidupan, karena apalah arti dari sebuah solusi tapi tidak bisa melaksanakan
hasil dari solusi itu di kehidupan nyatanya, karena hakikatnya semua masyrakat
awam, tidak mau tahu tentang esensi dari sebuah konsep, melainkan hasil dari
solusi yang bisa dirasakan oleh masyrakat awam.
Semoaga
tulisan yang tiada artinya inti, bisa memberikan sebuah pencerahan kecil,
tentang hakikat mahasiswa yang katanya sebagai agent of chage dan agent of
control.
Bumi Allah
04 September 2014


Tidak ada komentar: