Madura

Opini

PENDIDIKAN

POLITIK

Video News

You are here

HARUS BAGAIMANA??? (Refleksi Mahasiswa Madura Terhadap Asean Economic Community)

Dari berbagai definisi dan informasi mengenai desain Asean Community 2015 ini, ada tiga pilar yang harus dipahami secara teknis implementatif (1) social ekonomic, (2) social security, dan (3) social culture. Pada point pertama dirisalahkan tentang ekonomi Asean melalui pasar bebas, artinya masyrakat Indonesia sudah tidak usah repot-repot mengurusi administrasi perdagangan kalau mau melakukan kerjasama bisnis dengan sepuluh Negara yang masuk dalam komunitas itu (tapi untuk sementara masih belum diperaktekkan secara konkrit dilapangan). Untuk point kedua komunitas Asean ini berkerjasama untuk meberantas adanya terorisme yang terus memburu perdamaian disetiap penjuru Negara, seperti jaringan islam Radikal maupun sejenisnya, yang mengatasnamakan Agama sebagai landasan berkiprahnya. Dan pada point terakhir ini salah satu kesepakatan dimana budaya yang ada di Indonesia halal masuk ke Negara lain ataupun sebaliknya, jadi nantinya jangan heran kalau budaya barat mulai menguasai bumi pertiwi ini, karena itu salah satu kesepakatan yang termaktub dalam tiga pilar terbentuknya Asean Communty 2015. 

Mungkin ulsan diatas inti kecil dari terbentuknya Asean Communty. Namun bagaimana dengan Masyrakat Madura sudah siapkah menghadapi pasar bebas?? Ataupun jangan-jangan belum tahu dengan istilah Asean Community?, bukan apa-apa, karena jangankan di Madura, di kota pendidikanpun sedikit sekali yang tahu dengan Istilah ini. Penulispun tahu istilah ini karena diuntungkan dengan jurusan yang sedang diimban, kalau posisinya seperti temen-temen saya yang ada di rumah mungkin tidak mau tahu dengan kebijakan baru ini. Setidaknya saling mengingatkan lewat tulisan sedikit banyak bertukar pengalam dari masing-masing duta Madura. Ada beberapa ulasan penting kalau kita menarik pulau Madura sebagai Sub dari pemeran Asean Community, diantaranya kearifan universal yang masih kental dan posisi pesantren salaf yang masih survive dengan pola pendidika yang masih konservatif.

a. Kearifan Universal 
Penulis lebih nyaman memanggilnya dengan kearifan universal dari pada kearifan local, karena takutnya identic dengan tempat-tempat lokalisasi. Kearifan universal yang ada di daerah Madura salah satu khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, mulai dari keeratan keluarga dan bersaudara sampai sikap toleransi yang menjadi sikap permanen pada Masyrakatnya. Hal ini yang sangat diperhatinkan ketika masyrakat Madura tidak siap dengan senjata Asean itu, takutnya sikap dan sifat itu lambat laut hangus dan tergantikan dengan sikap krtis-apatis. Semuanya tersulap menjadi masyrakat materialistic, sawah-sawah yang menawan dan lautan yang megah akan ditukar dengan tawaran kerjasama yang tidak jelas. Dan ada saat. Ketika masyrakat Madura tidak mempersiapkan prisai saktinya, semua itu menjadi kemungkinan yang sangat nyata. Lentang geografis mulai dari kabupaten bangkalan hingga Sumenep merupakan kekayaan yang tidak terjual dari Masyrakat Madura. Jangankan Asean Community, adanya Suramadu aja pabrik-pabrik asing sudah mulai masuk. Tidak bisa membayangkan sikap skeptis it uterus dimiliki oleh masyrakat Madura. 

b. Posisi Pesantren Salafiyyah 
Pesantren dengan corak salafi masih mendominasi di pulau Madura, meskipun ada beberapa pesantren yang bercorak modern, seperti Al-Amin dan sebagainya. Ada bebarap rintangan yang harus diselesaikan secara kelembagaan mengingat adaya Asean community ini, diantarnya harga tawar pesantren dalam menjawab gejala sosila yang ada. Setidaknya peantren salaf melakukan pembaharuan kurikulum yang berbasis bahasa namun tidak perlu harus dinaungi oleh instansi Negara, karena kepentingan ini bukan serta merta kepentingan Negara melainkan kepentingan Masyrakat Madura, teruatam para generasi-generasi Madura kedepannya. Jika pesantren salaf tetap ngotot dengan membuntukan peran bahasa, maka tipu muslihat akan segera meracuni kawasan Madura. 

Bumi Allah
21 Februari 2015

Ahmad Suhaimi

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Popular Posts

Pengunjung

About Me



My Photo

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta






Blog Archive