Madura

Opini

PENDIDIKAN

POLITIK

Video News

You are here

Sebuah Potret Buram Dinamika Keberagamaan

Agama Islam adalah agama yang rahmatan lil Alamiin bagi orang Islam dengan ajaran yang sudah termaktub dalam kitab suci al-Qur’an dan al-Sunnahnya, begitupun agama lain akan mengatakan bahwasanya agamanya paling benar dan patut dianutinya dengan versi kitab dan ajaran yang berbeda, dan semua agama akan berbicara tentang datangnya hari kiamat dan hari-hari yang lainnya. Hal itu yang harus dipahami secara akal sehat, tapi fakta dilapangan agama cuman dijadikan alat konflik untuk merusak tatanan masyrakat, berlainan agama saling bertengkar karena paham yang berbeda meskipun harus menumpahkan darah dan lain sebaginya.

Apakah seperti itu warna agama yang menghiasi dunia ini? Bukannya agama adalah penyejuk alam disaat kering keronta dan manusia membutuhkan kedinginan ajaran itu. Agama Islam adalah agama yang Rahmatan lil Alamiin bukan Rahmatan Lil Muslimiin, dari itu Rahmat Allah bukan serta merta berhak dirasakan oleh orang Islam saja, melainkan Makhluk Allah yang ada di permukaan bumi ini. Namuan bagaimana orang Islam mengahrgai perbedaan itu, jangan sampai saling berperang hanya karena perbedaan atau tidak sepaham dengan apa yang menjadi prinsip keberagamaannya.

Potret buram yang dilakukan oleh sebagian umat islam banyak kekerasan yang terpose media hanya karena urusan yang tak seharusnya menjadi dipermaslahkan, Allah mangajarkan bagi semua musli  untuk berperangai halus dan lembut bukan perangai kasar dan jahat. Keseimbangan anatara hamblum minalllah wa hamblum minannas harus di tekankan dalam kehidupan social, apa gunanya beribadah siang malam tapi tidak pernah menghargai keadaan yang ada disekelilingnya. Coba bayangkan saja andai saja di dunia ini semuanya orang Islam apakah berwarna dan kelihatan kekompakan orang Islam, jelas tidak mungkin, maka dari itu disisi lain adanya orang non Islam salah satu manivestasi akan keberadaan dan kuatnya barisan Islam yang ramah dan santun.

Di momentum Tahun baru Natal salah satu seremonial yang tampaknya sangat dibenci oleh umat Islam, sampai sampai menyebarluaskan selembaran larangan mengucapkan hari Natal dan sebagainya. Apakah agama lain melakukan hal itu ketika Islam melaksanakan ulang tahun Islam  ataupun seremonial lainnya, tentu tidak. Bagi kita semua selaku orang Islam agama kita paling benar, tapi tidak segitunya kita melakukan hal-hal yang sekiranya menyinggung perasaan agama lain. Setidaknya ketika agama lain tidak menggangu keberadaan agama kita, mengapa kita harus melakukan kebencian.

Agama Islam harus mampu mengkontektualisasikan ajaran-ajarannya sehingga Islam tidak kelihatan agama yang terlalu mempermaslahkan sesuatu hal yang seharusnya tidak dipermaslahkan, yang terpenting baik pada kita dalam mewujudakn kehidupan social.

Bumi Allah
24 Desember 2014

Ahmad Suhaimi

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

1 komentar:

Popular Posts

Pengunjung

About Me



My Photo

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta






Blog Archive