Madura

Opini

PENDIDIKAN

POLITIK

Video News

You are here

REBBE



“Rebbe” adalah kata yang kerapkali kita dengar dikalangan masyarakat Madura, setidaknya ada dua makna yang berbeda ketika harus menggunakan kata rebbe. Yang pertama kata rebbe merujuk pada nama bulan Sya’ban atau bulan sebelum bulan pasa’an (Ramadhan). Dimana dibulan ini biasanya masyarakat Madura melangsungkan pernikahan anaknya, walaupun ada juga yang memilih bulan selain bulan rebbe tapi dibulan ini tetap menjadi bulan favorit untuk masyarakat Madura yang mempunyai hajat menikahkan anaknya. Maka jangan heran ketika ada pertanyaan “Bileh si malakenah/mabininah anae’h?” (kapan rencana mau menikahkan anaknya?), maka biasanya masyarakat Madura menjawab “Insya Allah bulen rebbe” (Insya Allah bulan Sya’ban). Karena memang rebbe ini penunjuk bulan, atau dipersingkat lagi oleh masyarakat Madhura menjadi “Len Rebbe”.

Tidak hanya sebagai penunjuk bulan, kata “rebbe” juga sebagai nama dari sesajen masyarakat Madura setiap malam jum’at atau hari-hari lainnya ketika mempunyai hajat tertentu, sebenarnya sajian rebbe ini cukup sederhana minimal berisikan nasi dan lauk tergantung dari kemampuan masyarakat itu sendiri. Rebbe ini biasanya sebelum dikasihkan kepada tetangga terdekat terlebih dahulu didoakan dan dibacakan tawasul kepada ahli kubur dari keluarga itu sendiri, dari itu dikenallah “duwenah rebbe”, doanya sangat sederhana dan semua masyarakat Madura hafal sampai luar kepala. Prosesi sesajen ini sebenarnya hanya sebatas budaya bukan percaya sama sesajennya tapi lebih pada mempertahankan kearifan lokal yang diwariskan para pendahulu, pada esensinya adalah bagaimana mengirimkan “fatihah dan kulhu” kepada keluarga yang sudah terlebih dahulu meninggalkan dunia.

Pada akhirnya berangkat dari penjelasan dua pragraf diatas, kata rebbe dikalangan masyarakat Madura digunakan sebagai penunjuk bulan Sya’ban, dan sebagai nama dari sesajen malam jum’atan dan hajat-hajat lainnya. Dan bisa dipastikan dibulan “rejjeb” (rajab) ini masyarakat Madura ramai membuat rebbe dengan harapan semoga diberikan keselamatan dunia dan akhirat dengan barokah para ulama’ dan para buju’ yang sudah mendahuluinya.

Bumi Allah
18 Maret 2018

Ahmad Suhaimi

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Popular Posts

Pengunjung

About Me



My Photo

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta






Blog Archive