Madura

Opini

PENDIDIKAN

POLITIK

Video News

You are here

SEJARAH PERADABAN MANTAN ; Sebuah Tulisan Tak Penting (Part One)



Memang semua tulisan saya di berbagai media sosial maupun blog bisa dikatakan sangat tak ilmiah (sampah), karena semuanya berangkat dari opini pribadi, hanya saja prinsip saya dalam menulis “dari pada tidak menulis, mendingan menulis, walaupun terkesan sangat tak penting”. Termasuk tulisan saya tentang sejarah pradaban mantan ini, mungkin bagi mahasiswa PTKAIN di semester pertama akan mendapatkan mata kuliah dasar Ke-Islaman diantaranya Sejarah Pradaban Islam (History Of Islamic Civilazition). Tapi saya tak mau menuliskan materi itu di tulisan saya kali ini, kalau pingin tahu apa Sejarah Pradaba Islam itu Tanya saja sama sahabat-sahabat Chondrodimuko atau tretan Imama yang ada di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saya yakin mereka fasih dalam urusan sejarah Ke-Islaman.

Sejarah adalah segala hal yang ada dimasa lampau (everything in the past), atau kalau mengutip definisi yang ditawarkan oleh Kontowijoyo, sejarah adalah rekonstruksi masa lalu. Sedangkan peradaban adalah Kumpulan identitas terluas yang termanifestasi dari hasil budi daya manusia, dan mencakup element kehidupan manusia baik secara fisik (bangunan, jalan) ataupun non fisik (tata nilai, seni iptek ataupun budaya). Dan itu bisa teridentifikasi dengan hal yang sifatnya objektif ataupun subjektif. Sekarang apa definisi mantan itu, sayapun tidak cukup berani untuk mendifinisikan satu kata ini, karena sangat sensitif. Maka dari itu sengaja saya ambilkan definisi mantan ini lewat mesin pencarian google. Ketika saya menuliskan “definisi mantan” maka google secara cerdas menawarkan definisi tanpa kita harus masuk di blog atau websitenya orang. Menurut Profesor Google Mantan adalah orang yang awalnya kita anggap jodoh tapi ternyata bukan. Juga bisa dkatakan seseorang yang pernah mengisi hati kita kemudian pergi meninggal kan luka. Pengibaratannya Bola Lampu. Walaupun sudah putus setidaknya dia pernah menerangi hidup kita. Kira-kira definisi itu yang terpaksa saya kopas dari google. Saya tekankan lagi, ini bukan definisi saya, ini katanya Profesor google, mohon dilewati aja definisi mantan ini kalau memang menyakitkan. Jangankan kalian yang membaca, saya aja yang menulis terpaksa bersebelahan dengan setumpuk tisu.

Mungkin yang akan kalian pertanyakan adalah, “Apa landasan berfikirnya, kok tiba-tiba mantan masuk dalam elemen pradaban”. Pertanyaan lainnya bisa koment lewat bloggku aja nanti, jangan baper dulu. Izinkan saya menjelasakn dulu. Pertama mantan sebagai sejarah, kalau berdasarakan definisi sejarah adalah “everything in the past” maka kalian harus bersepakat, kalau tidak sepakat berarti kalian belum Move on. Sekarang mantan sebagai pradaban berarti kalau kita sandarkan pada definisi pradaban maka ada satu kata yang bagi saya sangat masuk, yaitu peradaban mengandung sebuah nilai (value), sejahat-jahatnya mantan kalian tetap saja mantan itu pernah memberikan beberapa nilai kebaikan pada kalian, misalnya bagaimana dia harus selalu ada disaat kalian membutuhkan, mencoba merangkai kata disaat kalian tertidur dengan harapan kata-kata indah bisa menyambut bangun tidurmu menjelang subuh. Namun nilai itu juga penting tapi maksud saya nilai agung dari mantan adalah bagaimana upaya kita untuk tidak mengulangi kejadian yang berkesudahan dan hal itu menyisakan luka yang berkepanjangan. Kalau dalam kata lain mantan sebagai ibrah “reflection”, dari kejadian masa lalu kita harus menjadi lebih baik dan bisa saling memahami satu sama lain hingga akhirnya kalian menjadi manten bukan malah nekat hadir di mantenannya mantan. Ini atrkasi namanya.

Kalau kata orang NU “al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”, jadi mantan tetaplah mantan tetaplah saling bertegur sapa, rajut hubungan silaturahim, dan dari pelajaran yang didapatkan dari mantan itu buatlah bahan refleksi untuk menemukan dan memepertahakan yang baru. Jadi “terhadap seseorang yang pernah menyakitimu, tetaplah perlakukan terbaik, jangan apa-apa salah mantan. Percayalah itu tidak baik untuk kesehatan hati dan akal sehatmu”. Katanlah dalam benak kalian “mantan itu makhluk Tuhan yang Beradab, bukan yang Biadab (bahasa arab)”. Itupun kalau kalian mau. Sekian tulisan tak penting ini.



Bumi Allah
27 Maret 2017

Ahmad Suhaimi

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Popular Posts

Pengunjung

About Me



My Photo

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta






Blog Archive