Madura

Opini

PENDIDIKAN

POLITIK

Video News

You are here

TADE' AENG AGHILI KA OLOH ; Refleski kasih sayang orang tua kepada anaknya




Diberbagai tulisan tentang pentingnya penghormatan kepada orang tua sering saya ibratkan, bahwa “Orang tua adalah Tuhan yang tampak”. Dan bagi saya kalimat itu sangat tidak berlebihan dikarenakan tidak ada satupun orang tua yang menginginkan anaknya tidak bahagia. Mungkin sifat Rahman dan Rahimnya orang tua kepada anaknya tidak seperti Rahman dan Rahim-Nya Tuhan kepada hambanya, akan tetapi disadari atau tidak segala aspek cinta kasih orang tua kepada buah hatinya salah satu manifestasi dari cinta kasih Tuhan.

Maka dari itu saking pentingnya sikap hormat seorang anak kepada orang tuanya, masyarakat Madura memunculkan pribahasa “Tade’ aeng aghili ka oloh” atau tidak ada air yang mengalir ke hulu. pribahasa ini artinya tidak ada satupun dari orang tua yang ingin numpang kehidupan kepada anaknya, malah sebaliknya, anak yang selalu merepotkan orang tuanya. Saking pentingnya sikap hormat itu dalam pribahasa lain yang berkembang di masyarakat Madura menaruh urutan pertama dan kedua dalam pribahasa “Bepha’ Bebhu, Ghuru, Ratho”. Orang tua hanya ingin melihat anaknya bahagia, dan tak sedikitpun orang tua ingin anaknya tahu tentang betapa beratnya mencari nafkah dan merawatnya. Yang ingin orang tua tahu, anaknya dalam keadaan baik-baik saja.

Pribahasan (perbhesan; baca bahasa Madura) “Tade’ aeng aghili ka oloh” menjadi pengingat (Tanbih)  sekalipun pengikat (Ta’qid)  kepada kita terutamanya masyarakat Madura, bahwa sekalipun anaknya sukses menjadi orang besar, tak sedikitpun orang tua ingin meminta dari kebesaran itu, orang tua hanya butuh kabar bahwa anaknya sedang menjadi orang besar. Akan tetapi pribahasa ini juga tamparan bagi anak, bahwa segunung emas dan permata tidak akan mampu membayar kasih sayang orang tua. Teruntuk yang orang tuanya sudah terlebih dahulu kembali kehadapan Tuhan, jangan lupa kirimkan fatihah disetiap waktu. Dan bagi orang tuanya yang masih dalam kedaan sehat, berikanlah persembahan yang terbaik kepada orang tua kita.

“Allahummaghfirli Dzunubi Waliwalidayya Warhamhuma Kama Robbayani Saghiro”

 Bumi Allah 11 April 2018



Ahmad Suhaimi

We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Popular Posts

Pengunjung

About Me



My Photo

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta






Blog Archive